phone : (+62) 857-424-554-10 | (+62) 851-024-193-31
Pengurus Muhammadiyah Piyungan Mengikuti Kelas Kedua Puluh Mustaqili Jogja

Pada hari Rabu (21/11) Mustaqilli Jogja resmi membuka kelas ke dua puluh. Kelas kursus bahasa Arab yang kedua puluh ini akan diadakan dua kali seminggu yaitu pada hari Senin dan Rabu sore pada pukul 16.00 sampai pukul 18.00. kelas ini merupakan kelas reguler lanjutan dari rangkaian kelas reguler sebelumnya.

Mustaqilli Jogja merupakan  tempat belajar bahasa arab Yogyakarta yang sudah masyhur,  kelas kedua puluh ini diikuti oleh beragam peserta dari latar belakang yang berbeda, salah satunya adalah tokoh Muhammadiyah Piyungan turut mengikuti kelas bahasa Arab Mustaqilli kali ini, “Saya ingin bisa membaca kitab, selain itu saya sering juga mengisi kajian, jadi untuk nambah bekal saya butuh belajar bahasa Arab.” Beliau tampak bersemangat sekali mengikuti kelas bahasa Arab ini kalaupun harus berangkat dari Piyungan yang jaraknya bisa belasan KM dari lokasi Mustaqilli Jogja.

Beliau mengikuti kelas bahasa Arab ini bersama dengan empat peserta lain, peserta lain ada yang berprofesi sebagai usahawan yang juga sering mengisi kajian, “Saya belajar bahasa Arab, karena saya muslim.” itu satu-satunya alasan  yang ia sampaikan ketika ditanya alasannya belajar bahasa Arab. Ia tidak menyebutkan alasan lain, sebab hanya karena menjadi seorang muslim ia sudah merasa berkewajiban untuk belajar bahasa Arab.

Sementara dua peserta lain masih berstatus sebagai mahasiswa di kampus swasta di Jogja. Mereka tertarik mempelajari bahasa Arab karena menyukai ilmu-ilmu keislaman, oleh karenanya untuk mendukung ketertarikannya tersebut ia merasa perlu belajar bahasa Arab.

Bila Anda ingin mencari tempat belajar bahasa arab di Yogyakarta, maka Mustaqilli adalah jawabannya, metode Mustaqilli sangat mudah karena belajar bahasa Arab dengan pendekatan budaya Indonesia, Anda tidak akan belajar rumus belajar bahasa Arab yang rumit-rumit yang  justru membuat anda malas belajar bahasa Arab. Mustaqilli  merupakan metode asli made in Indonesia  yang disusun agar orang Indonesia yang non pesantren dapat mudah mempelajari bahasa Arab. Mustaqilli juga pernah dipresentasikan di depan Negara-negara OKI serta memperoleh sambutan dan pujian yang cukup tinggi dari para peserta yang hadir ketika itu.

Leave a Reply

Close Menu
%d bloggers like this: